Lokasi Pengunjung Blog

Saturday, October 11, 2008

Wednesday, October 8, 2008

Mouthpiece enak....




Biarpun Dave Koz ataupun Kenny G pakai mouthpiece merek anu, kita tak perlu terpengaruh. Belum tentu lho mouthpiece (MP) mereka itu cocok dengan selera kita. Kelihatannya saja mereka enak tulat tulit niup saxophone dengan setelan mouthpiece dan reed kesukaannya. Tapi kalau kita yang meniup, meski dengan MP dan reed yang sama persis dengan yang mereka punya, belum tentu kita akan selancar mereka. Bisa saja kita malah jadi ngos-ngosan saking tebalnya reed ataupun saking mangapnya cucuk mouthpiece (tip opening). Ya, reed tebal ketemu dengan MP mangap, akan bikin MP berat untuk ditiup. Dan sebaliknya, kombinasi antara reed tipis dengan MP mingkem, akan bikin MP terlalu enteng ditiup. Keduanya saya rasa kurang ideal. Yang asyik itu kalau kita bisa mengatur kombinasi MP dan reed sehingga diperoleh MP yang enak ditiupnya. Enak, artinya ya enak, ditiup tidak terlalu berat atau terlalu ringan. MP ukuran medium dengan reed medium biasanya cukup memuaskan.

Umumnya ukuran MP ada 3 macam yaitu MP dengan bukaan (tip opening) sempit, sedang dan lebar alias mangap. Selain tip opening itu ada lagi ukuran MP yaitu MP berparuh panjang atau pendek (facing length). Ada lagi ukuran besar kecilnya rongga dalam atau chamber. Chamber bisa sempit, agak longgar dan longgar. Sayangnya belum ada angka standar ukuran untuk aneka merek mouthpiece.

Untuk reed, ukurannya bisa tipis, sedang dan tebal. Dimulai dengan kode angka 1 untuk reed tipis, hingga angka 4 atau 5 untuk yang tebal. Nomer reed 2 atau 2,5 adalah ukuran menengah.

Bahan MP bisa beraneka, bisa terbuat dari plastik, kayu, ebonit, kristal ataupun metal. Jenis bahan ini tidak berpengaruh terhadap suara. Yang lebih mempengaruhi suara adalah keadaan ruang dalam atau chambernya. Ruang sempit menghasilkan suara lebih cring, lebih bright dan sebaliknya.

Yang paling penting untuk kita dalam memilih kombinasi MP dan reed adalah dengan..., mencobanya! Kita coba sampai kita dapatkan yang kita suka. Dan boleh dicatat, MP merek terkenal dan mahal belum tentu lebih enak daripada MP yang berharga murah. Jadi, kalau ada yang murah mengapa mesti beli yang mahal? Toh keduanya punya resiko sama, yaitu kalau jatuh ya..., rusak deh! Gitu.

Catatan:
Saya biasa bermain sax tenor. MP yang saya pakai biasanya merek Berg Larsen metal ukuran 105/0/sms. Artinya, tip openingnya sedang, chambernya sempit dan berparuh pendek. MP tersebut berkombinasi dengan reed Rico Royal ukuran sedang (2,5). Ini yang paling cocok buat saya.
Ada satu MP tenor lagi yang cukup nyaman saya pakai yaitu merek Selmer seri E, ebonit. Seri E ini tergolong bercelah (tip opening) sedang. Reednya Rico nomer 2,5.
Untuk MP alto maupun sopran, tidak tergantung merek, yang penting enak man....

O ya, dengan MP & reed yang enak, maka apapun saxophonenya, selama kondisinya prima, bakal dapat dimainkan dan bakal terdengar enak juga. Coba saja!

Wis jan, main saxophone pancen enak....

Salam,

Anton & Tina Sax
We love saxophone, the way they look and the way they sound.

Friday, October 3, 2008

Manggung...



Kagak pulang mudik, yah..., manggung deh dari mall ke mall.(Ngulur umur, he he...)

Untuk bermain seperti ini buku partitur kagak pakek. Yang diperlukan adalah pemahaman not do-re-mi serta menguasai aneka kunci nada dasar. Kalau dua hal itu bisa terpenuhi, wis tho..., main saxophone ditanggung lancar! Semua lagu apapun, bahkan andai kita belum pernah tahu lagunya pun, pasti bakal terlahap. (Soalnya not lagunya tertangkap oleh benak, sehingga jari2 ini tinggal menterjemahkan ke tombol2 pengatur nada, do-re-mi-do-re-do-do,dst. Artinya, bisa main sembari..., merem melek! He he...) Piye jal?

Wis jan, saxophone pancen enak...

Anton Pri
I love saxophone, the way they look and the way they sound.

Sudut lain Tina Gallery



Apapun yang berbau saxophone ternyata juga menarik hati, seperti: lukisan dan patung kayu afrika itu.

Anton & Tina Sax

Thursday, October 2, 2008

Tina Saxophone Gallery





Ini adalah salah satu sudut ruangan Tina Saxophone Gallery. Terlihat beberapa buah saxophone di sana. Nampak juga patung2 dari kayu hitam Grenadilla (kayu Afrika, bahan pembuat clarinet dan obooe).

Yang paling gede berwarna keemasan adalah saxophone bariton, di depannya bersender tenor selmer mark VII. Sedang yang tergantung dekat kepala patung adalah baby sax Qouesenon. Tergeletak di bawah si baby ada sax alto SML type rev. D yang sangat langka. Di sebelah kiri sax bariton ada sax tenor buatan awal abad 19. Adu pantat dengannya adalah sax alto merek Rampone Cazzani. Sebelah kirinya sax tenor buatan Julius Keilwerth. Terlihat sedikit saxophone berbodi hitam, itu adalah saxophone pertama kali punya, merek Holton. Semuanya merupakan sebagian dari benda2 kesayangan alias koleksi.

Berseberangan dengan mereka ada meja kerja, tempat di mana saya nongkrong nggarap blog ini. Asyik lho, nggarap-nggarap sembari menikmati pemandangan yang aduhai. Ya, berada di tengah mereka, rasanya..., gimana gitu! He he....

Wis jan, saxophone pancen enak...

Anton Pri
I love saxophone, the way they look and the way they sound.

Saxophone dijual. (New)





Ini gambar Saxophone 100% baru yang kita jual. Modelnya cantik, persis model Selmer saxophone made in Perancis itu. Kualitas tidak mengecewakan, harga sangat bersaing. Jumlah tidak terbatas, modelnya beraneka, ada alto, sopran dan tenor. Tidak cuma itu, alat musik tiup lain seperti flute, clarinet, trumpet dsb. ada juga, dalam kondisi new.

Sax Pertama....





Inilah sosok saxophone tenor yang pertama kali saya miliki tahun 1989. Keren ya...?! Siapa yang kagak kepincut? Mereknya Holton buatan USA, nomor seri 330493.

Si tenor hitam ini aslinya berwarna perak, tapi oleh sang pemilik baru, (setelah 2 tahun saya pakai, benda ini terjual, ihik ihik...), bodinya dicat hitam. Dia berhasil saya foto ketika akan diservis, di tempat kita, ganti pad. Ternyata, setelah saya coba, walaupun sudah dicat namun suaranya tidak berubah, suaranya masih tetap..., wow! Ini memperkuat pendapat bahwa bukan bahan bodi ataupun lapisan bodi yang sensitif terhadap suara, melainkan piranti tiup atau mouthpiece dan reednya. (Dan boleh jadi neck juga agak sensitif, di kesempatan lain akan kita coba ulas soal neck ini).

Dan berawal dari saxophone tenor inilah kemudian bisa berkembang, beranak pinak menjadi puluhan, ratusan bahkan ribuan saxophone yang kini tersebar di tangan para penggemarnya, di seluruh pelosok tanah air dan mancanegara, melalui aktifitas bursa alat musik tiup Valentine.

Saxophone Holton itu milik pertama bagi saya, tapi sayangnya juga pertama bagi pemiliknya sekarang. Jadi, yah..., belum bisa deh saya dapatkan kembali. Tapi itu tidak jadi soal. Toh dia berada di tuan yang sungguh2 menyayanginya. Piye jal?

Wis jan, saxophone pancen enak...

Catatan:
Sorry, ada kesalahan pada tampilan tanggal di foto. Sebenarnya foto diambil pada Oktober 2008, seminggu sebelum lebaran.

Anton & Tina Sax
We love saxophone, the way they look and the way they sound.

Wednesday, October 1, 2008

Kayak cangklong...



Antara niup saxophone dengan merokok ada hubungannya. Yaitu, yang satu nyebul, yang lain..., ngebul! He he....

Saxophone murah, berkualitas..., adakah?

Jaman sekarang, disain saxophone nyaris seragam. Semua produk saxophone baru mengacu kepada model Selmer (Mark VII). Tidak hanya mereka merek yang terkenal macam Keilwerth, Yamaha, Yanagisawa dsb., tapi bahkan juga pabrik pembuat saxophone2 yang lain di Asia mengadopsi model standart tersebut. Jadi, ketika semua mereka memiliki model yang serupa, sama2 enak dipakainya dan sama2 merdu suaranya, mengapa kita tidak mencoba memilih saxophone yang lebih ringan diharga?

Jadi, bagi kita para pemula, tak perlu yang mahal. Saxophone murahpun sudah sangat memadai, sudah bisa mewujudkan impian kita untuk memiliki serta bermain saxophone, tralala dan trilili...

Wis jan, saxophone pancen enak...

Dan bursa saxophone Valentina menyediakan aneka macam saxophone, baru maupun second. Jangan khawatir tidak bisa memainkan, karena dulurs akan diajari gratis..., sampai bisa!
Piye jal?

Anton/Tina Sax 021 8411717
We love saxophone, the way they look and the way they sound.

Disain standart (saxophone moderen)






Silahkan amati gambar ini. Saxophone masa kini rata2 bermodel kayak gitu.

Desain unik (koleksi)








Salah satu kriteria saxophone yang patut dikoleksi adalah yang memiliki disain unik.
(Emang ciamik ya....?)