Lokasi Pengunjung Blog

Tuesday, November 25, 2008

Sax Harley Davidson


Ini mau main saxophone atau mau ngebut?

Saxophone anti penyok...


Ini dia saxophone anti penyok itu. Wis tho, kalau jatuh ditanggung kagak bakal penyok. (Tapi langsung pecah, lha wong dibuat dari bahan plastik...)

Nomor Cantik...


Saxdulur, ini ada plat nomor cantik. Pilih nomor cantik yang paling cantik.

Pilih nomor cantik "Saxophone", "Reed", "Be Saxy", atau... "Bagong".

Monday, November 24, 2008

KARAT..., SAXKARAT


KARAT
Karat merupakan ukuran berat batu mulia. Satu karat setara dengan 0,2 gram atau satu gram sama dengan 5 karat. Apakah satu karat batu mulia tersebut volumenya sama antara jenis yang satu dengan yang lainnya? Tentu saja tidak. Besar kecilnya atau volume batu mulia sangat tergantung kepada berat jenisnya. Sebagai contoh, ruby dan sapphire memiliki berat jenis yang lebih besar dibanding batu akik, 4 dibanding 2,6. Oleh karena itu satu karat batu akik akan nampak lebih besar, sekitar 1,5 kali, dibanding batu ruby ataupun sapphire.

BINTANG PALSU
Melalui proses difusi, bintang berkaki enam dapat ditampilkan pada permukaan batu ruby atau sapphire polos. Bubuk TiO2 dilukiskan membentuk gambar bintang kemudian dipanaskan pada temperatur sekitar 1.300 derajat celcius. Gambar piauw itu akan menusuk dan masuk beberapa mikron kedalam tubuh batu. Bintang palsu ini digarap dan dipasarkan pertama kali oleh perusahaan Union Carbide pada tahun 1947. Kalau mau kita bisa memesan yang bergambar SAXOPHONE..., umpamanya.

NUANSA WARNA
Nuansa warna ruby dan sapphire sungguh beragam. Seperti bendera parpol, ada yang gres dan ada yang kelihatan luntur. Dari yang lamat-lamat hingga yang sangat jelas. Dari kuning pucat hingga kuning telur. Ada warna serupa lime, lemon, olive, whiskey, vivid yellow dan golden yellow. Ada cognac. peach, orange, deep orange, vivid orange, salmon dan pigeon’s blood. Atau hot pink, pink, cherry blossom, plum dan padparadscha. Juga vivid lilac, vivid purple, violet serta vivid violet. Warna blue sapphire yang terkenal adalah yang serupa cornflower atau royal blue. Terdapat pula warna lavender dan warna pastel.

Salam,
Anton Pri.

RUBY & SAPPHIRE...


Batu RUBY kita kenal sebagai corundum berwarna merah, sedangkan BLUE SAPPHIRE sebagai corundum berwarna biru. Warna lain selain merah dan biru dikelompokkan sebagai FUNKY SAPPHIRE. Diantara mereka ada yang dapat menyiratkan gambaran bintang berkaki enam ketika digeleng-gelengkan dibawah sinar, disebut STAR RUBY atau STAR SAPPHIRE. Yang berubah warna ketika siang berganti malampun, juga ada, disebut COLOR CHANGE SAPPHIRE

RUBY
Warna merah batu ruby terjadi karena kristal corundum (Al2O3) telah kerasukan unsur chromium (Ce). Banyak sedikitnya dosis akan mempengaruhi kepekatan warna itu. Over dosis akan membuat masa depannya kelam dan gelap. Kata ruby itu sendiri berasal dari bahasa latin ruben, bukan rabun, yang artinya merah. Istilah sansekerta menyebut ruby sebagai “ratnaraj” atau raja permata (King of Gemstone). Sudah dari dulu ruby ini dikenal sebagai permata berharga dan nilainya sangat mahal terutama yang berkualitas di atas rata-rata. Orang menyukai warna merahnya yang menyolok itu serta materinya yang keras. Warna merah dianggap sebagai lambang gairah dan semangat yang menyala-nyala tak kenal padam. Semoga gairah seperti itu menyala pula di dada kita, senantiasa.

BLUE SAPPHIRE
Warna biru terbentuk karena adanya unsur ferrum (Fe) serta titanium (Ti) pada mineral corundum. Blue sapphire adalah nama sebutan untuk corundum biru ini. Berasal dari kata Sappheiros dalam bahasa Yunani yang artinya biru.

Blue sapphire tampil dalam nuansa warna biru langit pagi hingga langit lepas tengah hari di cuaca tidak mendung berawan. Sebagian orang baik pria maupun wanita menyukai warna biru yang berkesan melankolis itu. Bahkan kata biru atau blue sering digunakan dalam berbagai istilah seperti blue moon, blue lagoon, blue sky, blue deep, hingga blue film. Positip program seperti program keluarga berencana juga dilambangkan dengan gambar lingkaran biru, bukan lingkaran kelabu. Memasuki lingkaran biru tentu bakal lebih nyaman daripada masuk lingkaran setan. Betul ?

FUNKY SAPPHIRE
Kecuali merah dan biru, corundum warna lain disebut funky sapphire. Dalam kelompok funky ini ada warna pink, orange, hijau, kuning, ungu dan sebagainya. Warna pink atau merah jambu seperti rona wajah yang tersipu malu itu pernah mengundang dilema. Seperti kita tahu hanya corundum merah yang disebut ruby. Persoalan muncul ketika orang bertanya kapan batas warna merah dimulai dan kapan berakhir. Apakah warna merah muda itu masih termasuk ruby atau sudah masuk wilayah sapphire. Daripada repot repot, kita kemudian dipersilahkan memilih sendiri sesuka selera. Boleh menyebut pink ruby, boleh juga pink sapphire. Keduanya sama saja.

Kalau kita pernah menyaksikan matahari senja di pantai Kuta, seperti itulah kira-kira warna funky sapphire jingga yang juga disebut padparadscha. Perpaduan antara unsur Cr dan Fe menghasilkan warna jingga atau orange seperti itu. Nama padparadscha itu sendiri menggambarkan betapa cantiknya bunga teratai yang tengah mekar di kolam, di antara katak hijau yang sedang naik daun.

Warna hijau corundum diakibatkan oleh unsur nickel (Ni). Warna lain terjadi karena beberapa unsur menyatu tercampur aduk. Merah campur biru hasilnya ungu. Ungu campur hijau menghasilkan coklat dan seterusnya. Dari kawin campur itu kemudian lahirlah lusinan anak-anak warna.

STAR SAPPHIRE DAN STAR RUBY
Bintang berkaki enam berwajah sutera atau putih susu akan terlihat berbinar dan berdansa di tubuh ruby atau sapphire ketika ditimpa cahaya. Akan nampak nyata ketika tubuh itu berwarna gelap dan tidak tembus pandang. Star sapphire terbesar kemungkinan adalah yang disebut „Star of India“ seberat 534 karat atau sekitar 1 ons dan „Star of Asia“ seberat 330 karat. Star ruby yang spektakuler seberat 138 karat. Bintang bintang lapangan yang istimewa seperti itu biasanya dibon oleh museum dan kita boleh menontonnya.

COLOR CHANGE SAPPHIRE
Sapphire merupakan salah satu dari jenis batu mulia yang dapat menampilkan perubahan dari satu warna ke warna yang lain. Bukan perubahan dramatis dari merah menjadi biru umpamanya, tapi biru muda menjadi biru tua atau ungu. Ini bisa terjadi karena adanya kombinasi antara pengaruh struktur atom pada batu tersebut dengan sinar ultraviolet matahari. Sekedar lampu senter tidak cukup mampu untuk mengubah warnanya. Harus sang surya.

BARANG BERHARGA
Harga ruby atau sapphire yang kondisinya oke tidak kurang dari US $ 200 per karat atau Rp 2 juta. Mata cicin sebesar telur cicak, ukurannya bisa sekitar 10 karat. Jadi nilai semata cincin itu kira kira Rp 20 juta. Harga tersebut sangat bervariasi, bisa melambung setinggi langit, tergantung kepada faktor kecantikan, keaslian, besar, kecil, model, kelangkaan dsb. Baik 20 juta atau 20 milyar semuanya masih di luar jangkauan kebanyakan kita. Anggaran rumah tangga biasa belum siap untuk belanja barang semahal itu. Entah kalau itu anggaran belanja negara....

Kalimat pelipur lara, mencintai tidak harus memiliki, boleh kita benarkan. Dengan tahu kisahnya saja, ternyata kita sudah terpuaskan. Kita mengenal batu-batu mulia itu sebagai karya alam yang indah tiada tara. Warna warninya bagai pelangi. Semua mereka berasal dari perut bumi yang terkenal gelap dan gelap, jauh di bawah telapak kaki ibu. Kita merasa takjub oleh kenyataan bahwa ada pelangi tumbuh di sana, ada pesona bersembunyi di kegelapan. Ah, betapa cantiknya bumi kita. Yuk, kita eman....

Anton Pri.

CORUNDUM...

Corundum...

Seperti slogan kita, satu nusa satu bangsa, bhinneka tunggal ika, meskipun berlainan warna namun batu mulia ruby dan sapphire berasal dari jenis mineral yang sama yaitu corundum. (Formula kimianya Al2O3 atau Aluminium Oxide).

Kristal tersebut terbentuk sejak jutaan abad lalu di dalam perut bumi, lebih dari minus puluhan km dari tempat pepohonan biasa berdiri, pada suhu diatas ribuan derajat celsius. Kristal itu merupakan elemen utama dari magma hasil partisipasi antara mineral garam pekat dan carbon dioxide. Muncul kepermukaan dengan jalan nebeng lahar yang muncrat atau ndledek akibat gunung terbatuk atau akibat bumi menggeliat. Hal ini dapat kita ketahui dari kehadirannya di daerah Srilangka (Ceylon), Madagascar, Kenya dan Tanzania. Daerah daerah tersebut satu sama lain memang bersaudara secara geologi. Selain itu corundum juga terdapat di daerah Kashmir (India), Pakistan, Thailand, Kamboja, Burma, Afghanistan, Colombia, Montana (USA), China serta Australia.

Di lapangan, corundum ditemui tidak dalam keadaan glundang-glundung sendiri-sendiri dan berserakan, tapi menempel pada batu inang, bagai kutu disela jari si Charlie guguk. Corundum terlihat hanya serupa kerikil, bukan seperti kerakal atau batu besar. Ditimang terasa mantap, padat berisi dan kerasnya minta ampun. Kekerasannya berskala 9, terpaut hanya 1 point dibawah batu intan yang terkenal paling keras sedunia itu. Ribuan kali lebih keras dibanding kuku jari yang berskala 2,5 atau dengan layar kaca komputer yang 5,5 maupun dengan topi baja yang 6,5 itu.

Berat jenisnya mendekati angka 4, maksudnya seperempat gelas berisi corundum bobotnya setara dengan segelas penuh air pada temperatur 4 derajat celsius. Atau dengan kata lain bodinya sekel dan tahan banting, tidak rapuh seperti kapur tulis yang cepat habis meninggalkan jejak serbuknya di pipi Bu Guru ilmu bumi. Kristalnya bersegi-segi mirip model piramid mini (hexagonal/trigonal). Sosoknya dapat ditemukan dalam keadaan bening sebening embun ataupun keruh sekeruh kali Ciliwung.

Aslinya corundum tidak berwarna alias putih saja. Imbuhan unsur mineral lain telah membuatnya nampak merona merah atau lebam membiru dan sebagainya. Unsur seperti Chromium (Ce), Ferrum (Fe), Titanium (Ti) dan Nickel (Ni) telah menjadikannya demikian. Corundum putih yang kerasukan zat-zat pewarna tersebut akan berubah menjadi corundum berwarna. Keadaannya serupa es serut yang diguyur aneka syrup, menjadi terlihat manis dan bikin kita ngiler cleguken.......

Penambangan...

Metode penambangan, seperti membuat sumur, memangkas gunung ataupun menggali terowongan sering dipraktekkan untuk mencari corundum. Istilah-istilah spesifik kerap pula terdengar di lokasi penambangan itu. Misalnya di Burma, istilah "asa yo " dipakai untuk menyebutkan hasil temuan yang berukuran kecil seupil, atau istilah "nila" untuk temuan berukuran besar.

Dapat kita bayangkan betapa riuh rendahnya suasana di pertambangan itu. Seorang pekerja yang menemukan corundum sebesar ibu jari misalnya, sudah pasti akan jingkrak-jingkrak sambil meneriakkan istilah yang khas itu, serta pamer-pamer keseluruh rekannya. Dia girang karena mendapat tangkapan sekelas kakap bukan sekedar teri. Justru kalau dia tenang-tenang saja itu malah mencurigakan. Batu mungil tapi berharga itu memang terlalu mudah ditilep. Dan jangankan ngumpetin yang mungil, yang segunungpun ada orang tega..., nyikaaatttt.

Dari daerah tambang, material itu dibawa ke ahlinya untuk diproses lebih lanjut. Batu dipilah, dipotong, diasah, diampelas, dimodel, dan tahap terakhir dipoles. Pemilahan bertujuan untuk menemukan dan menentukan bagian-bagian mana yang akan dipotong guna membentuk permukaan yang akan ditampilkan nantinya. Dengan demikian bahan baku tersebut dapat digunakan sehemat dan seefisien mungkin, tidak ada yang disunat sia-sia.

Setelah semua proses dilalui, batu kasar itu kini salin rupa menjadi bentuk batu perhiasan yang siap dipasarkan ke segenap penjuru. Pedagang serta para calo siap beraksi, merayu calon pembeli. Sertifikat diterbitkan guna menjamin keasliannya. Penerbitan sertifikat ini penting karena adanya produk serupa tapi tak sama alias imitasi. Tidak hanya imitasi, tapi yang nampaknya aslipun kadang ternyata sudah tidak orisinil lagi, sudah disentuh di sana sini dan sudah di make-up sehingga tidak ketahuan belangnya. Memang betul, dengan tehnik tertentu warna yang pudar misalnya, dapat didandani menjadi berpendar.

Promosi juga dilakukan secara gencar. Ada yang mengaitkan antara batu tersebut dengan aspek lain seperti keberuntungan, cinta, persahabatan, kebahagiaan, kesehatan dan rasa percaya diri. Atau dihubungkan dengan keberadaan planet seperti Mercurius, Uranus, Venus, Neptunus, Bumi, Pluto, Mars ataupun Bulan. Semua cerita karangan itu sebenarnya sulit untuk dapat dimengerti. Tapi begitulah kenyataan. Yang percaya dan terperdaya pun kemungkinan ada dan..., banyak!

(Dilanjut ke artikel: RUBY & SAPPHIRE).

Pelangi Dari Perut Bumi...


(Artikel selingan, tentang batu mulia/gemstone, oleh: Anton Pri)

Cincin permata siapa yang tak suka. Kilat maupun warnanya, wow… cantik nian. Seandainya bumi ini transparan tentu kita akan dapat menyaksikan merah, biru, hijau atau kuningnya batu-batu mulia itu di tempat asalnya nun jauh di kedalaman sana. Sayang keadaan tidaklah demikian. Perut bumi yang padat dan gelap telah menyembunyikan pesonanya selama jutaan masa. Oleh karenanya kita menjadi takjub tak terkira ketika batu warna warni bak pelangi itu muncul ke permukaan. Di bawah cahaya sinar matahari, mereka seakan berlomba memamerkan keindahannya. Piye Jal?

Kepadatan perut bumi serta temperatur magma yang super panas telah menjadi salah satu biang sebab terjadinya kristal-kristal batu mulia. Disaat magma sedang dalam puncak gairah, sedang hot-hotnya, beberapa jenis kristal berharga bahkan sudah mulai terbentuk. Mula-mula butir intan kemudian diikuti oleh yang lainnya. Melalui kegiatan vulkanik maupun tektonik, letusan gunung berapi ataupun gempa bumi, magma mendidih itu keluar dari dapurnya menuju ke permukaan, mencari hawa segar.

Magma keluar mengendap-endap sampai akhirnya malah mengendap beneran. Senggol-senggolan dengan batuan di sekelilingnya tidak membuat magma kegerahan, tapi sebaliknya malah membuatnya kehilangan panas, kedinginan. Dan seiring dengan perjalanannya itu terbentuk pula berbagai batu mineral yang diantaranya tergolong sebagai batu mulia, batu berharga, ratna mutu manikam.

Dari sekitar 2000 jenis batu mineral yang dapat dikenali, hanya ada 100 jenis yang merupakan batu mulia. Dari sejumlah itu cuma 16 jenis saja yang dianggap cukup penting yaitu: Beryl, Chrysoberil, Corundum, Diamond, Fieldspar, Garnet, Jade, Lazurite, Peridot, Opal, Quartz, Spinel, Topaz, Tourmaline, Turquise dan Zircon.

Tanpa campur tangan manusiapun batu-batu mulia itu sudah menawan. Apalagi ketika kemudian berhasil disulap menjadi perhiasan, lengkap dengan bumbu cerita seputar khasiat serta tetek-bengek kisah mistik lainnya. Wah,… jadi sangat menggoda. Tidak hanya ladies saja tapi gentlemen juga mudah tergoda olehnya. Bahkan Tesi yang berperan sebagai banci dalam komedi srimulat itupun tergila-gila. Saking gilanya kesepuluh jari tangannya dibiarkan tetap mekar selama berjam-jam, paling tidak selama pentas. Jemarinya dipenuhi oleh cincin batu segede bayi kura-kura. Kalau dituruti bisa jadi bandul kalungnya akan sebesar induk kura.

Memang, banyak alasan orang untuk gandrung kepada batu perhiasan. Ada yang benar-benar jatuh hati, ada yang niatnya untuk investasi, ada yang demi gengsi atau demi untuk pamer. Ada yang menganggapnya sebagai jimat, aji pangestu, pengasihan, aji kekuatan dan keberuntungan. Atau memakainya sekedar untuk lucu-lucuan seperti yang Tesi lakukan itu. Yang terang, mengenakan berbagai asesoris batu, apapun jenisnya, rasanya..., wiiih gimana gitu !

Sebagai wakil keluarga batu berharga itu, di antaranya adalah ruby dan sapphire. Saking berharganya, nama keduanya sering diadopsi orang untuk menamai buah hati kesayangan. Kita sudah tidak asing lagi dengan nama Bella Sapphira. Dan kebetulan sapphira yang satu ini pancen belle alias cakep. Jadi klop.

Batu bergengsi seperti ruby dan sapphire itu dipasarkan dalam berbagai kelas, dari kelas VIP hingga kelas ekonomi, dari grade A hingga grade D. Tinggi harganya bisa membuat kita klenger. Hampir semuanya mahal berjut-jut. Terlebih lagi yang bermutu istimewa. Namun demikian hal itu tidak lantas membuat kita ciut nyali. Justru karenanya kita jadi terangsang untuk mencari tahu, siapakah sesungguhnya gerangan dia...

(Bersambung ke artikel: CORUNDUM).

Rekan kita..., Chandra.


Mas Chandra ini dulunya bukan hanya pemula tapi juga pemalu. Lihat saja betapa malunya dia ketika dijepret. Ditutupin deh itu muka dengan rambutnya, saking malunya.

Tapi sekarang..., mas Chandra sudah ngajar saxophone ke sono-mari, dan sudah tampil mengiringi acara2 pesta pernikahan dsb.

Wis jan...

Kaku-kaku deh...


Jempol kaku, jari kaku, bibir kaku, mulut kaku, delele...
Bagi saxen..., itu biasa.

Cap Tiga Jempol...


Cap tiga jempol? Ngasih judul mbok yang bener. Emang jempol ada berapa...?

Tak bisa baca..., dengerin saja!