Lokasi Pengunjung Blog

Wednesday, December 3, 2008

Sax Shadow...

Sax Art...


Dua buah patung ini berwarna hitam bukan lantaran dicat, tapi memang karena dibuat dari kayu hitam afrika atau kayu grenadille, kayu paling keras sejagat.

Sax cangkem....

Saxophone reed...


Reed saxophone, clarinet, oboe, fagot dsb. dibuat dari buluh perindu (Arundo Donax). Pohonnya kayak di gambar ini. Saxdulur jangan mengira itu batang tebu lho. Kalau tebu lha teneh bukannya ditiup tapi ntar malah disesep-sesep....

Tuesday, December 2, 2008

Silent Night…


Silent Night…

Saxdulurs, percaya atau tidak, dari satu siulan telah dilahirkan sebuah lagu terkenal. Ya…, lagu terkenal berjudul “Silent Night” yang biasa dinyanyikan pas acara natalan itu, bisa dipastikan dicipta tidak sambil teriak-teriak histeris, tapi sangat mungkin sambil bersiul lirih di malam yang zzzunyi dan zzzepi….

Yuk, niup...

Main alat musik tiup sungguh menyenangkan. Prosedurnya amat dekat dengan kebiasaan mulut en bibir kita yang pancen sudah biasa ngemut-diemut, nyedot-disedot, nyebul disebul dst. Dan juga dengan kebiasaan atau aktifitas jari jemari tangan ini yang demen megang-megang, mijit-mijit, ngotak-ngatik, ngitik-ngitik delele.

Nah, ketimbang nyebul atau ngemut ataupun mijit-mijit sesuatu yang tidak jelas, tidak keruan, atau sesuatu yang bisa “ngampleng” ataupun protes, mending bibir dan jari ini diajari meniup dan memainkan alat musik tiup. Pilihannya banyak, ada trumpet, clarinet, saxophone, trombone, oboe, flute dan lain lain.

Kalau kita bisa memainkan “nggak ketang” salah satu alat tiup itu, lumayan lho, kita dapat melepas semua rasa kesal, sedih, senang, rindu dendam ataupun rasa gundah gulana.

Kalau sudah ada penyaluran, tak perlu lagi ngomel-ngomel ataupun nyap-nyapan ketika hati ini kesal. Tak perlu lagi menangis meraung-raung ataupun terisak-isak. Mainkan saja saxophone misalnya, dan semuanyapun akan be happy, tralala dan trilili.

Monday, December 1, 2008

Aksara Jawa...


Saya baru menyadari bahwa menulis kata saxophone dalam aksara Jawa ternyata tidak mudah. Mengapa? Jalarannya tidak terdapat huruf "X" di aksara Jawa itu. Padahal nulis kata Saxophone khan tidak boleh sax-sax'e dan sax karepe dewe tho?!

Piye Jal?

Jubah pastor…

Jubah pastor…

Sakjannya saya pengin lho melihat jubah pastor (jubah=baju kotbah?) itu tidak cuma berwarna putih atau coklat polos saja. Dari dulu kok jubah itu polos-polos melulu, kan bosen ngliatnya. Mbok ya bikin kek jubah bermotif kembang-kembang atau apa kek gitu.

(Tapi kalau jubah motif kembang jadinya..., daster dong! He he... just gojeg lho).

Orgasme...

Orgasme...

Sungguh ada rasa puas yang tak terhingga ketika kita berhasil mengganyang lawan, dalam berkelahi, debat, dsb. Betul?

Itulah sebabnya mengapa orang suka berkelahi, bertengkar dan bikin onar dll. Tak sadar mereka ingin memperoleh orgasmenya dengan cara itu. Penelitian terbaru memastikan hal itu, bahwa kepuasan karena berseteru sama dengan puncak nikmat yang dicapai kala berhubungan seks.

Namun memang, kecenderungan agresif bisa berakibat buruk. Begitu pula keinginan ngeseks bisa bikin geger kalau diumbar.

Kalau urusan “nge-SAX”…, itu sih lain! Silahkan saja nafsu main saxophone nya diumbar. Aman kok. Piye jal?

Cita-citaku...

Cita-citaku...

Waktuku kecil, kupunya cita cita. Mbesok gede, pengin punya istri nan mungil dan rumah yang besar, luas en lebar....
Cita citapun tercapai. Kini kupunya:
Istri nan lebar, dan rumah yang..., mungil!
Lho, kok kebalik? He he... (Just gojeg lho).

SAX SLOKI, DUA SLOKI…

SAX SLOKI, DUA SLOKI…

Main saxophone di bar hotel. Oleh bertender yang “kesengsem” biasanya disuguhi aneka minuman ala bar. Pulang-pulang kepala ngrasa agak "NGGLIYENG", seperti malam ini. Sekedar nggliyeng saja alias bumi serasa goyang, tapi tidak pernah sampai mendem beneran. Tidak sampai mabuk beneran, soalnya selalu ingat pesan simbah soal rahasia "ngombe ngombe atawa minum-minum".

Minum 1 sloki disebut EKA PADMA SARI. Efeknya: sumringah. Koyo kembang teratai lagi mekar, seperti bunga teratai sedang mekar.
2 sloki, disebut DWI AMARTA..., berefek lebih sumringah.
3 sloki, disebut TRI KAWULA BUSANA..., ngisin-ngisini, koyo batur dinggoni sandangan anyar, malu-maluin kayak bedinde dikasih baju baru.
4 sloki, disebut CATUR WANARA RUKEM, koyo ketek weruh woh2 an, seperti monyet ngliat buah2an.
5 sloki, disebut PANCA SURA PANGGAH, ngumbar wani, nantang sopo wae, ngajak duel siapa saja berlagak jagoan.
6 sloki, disebut SAT GUNA WIWEKA, krungu wong muji rumongsone ngrasani, denger orang memuji, dikira mencela.
7 sloki, SAPTA KUKILA ARSA, njedindil..., koyo manuk kudanan, kuyu gemeter kayak burung kehujanan.
8 sloki, disebut ASTA CECARA CARA, alias ngomyang., ngomel sendirian kagak keruan.
9 sloki, disebut NAWA GRA LUPA, lupa diri, lemes tanpo doyo.
10 sloki, disebut DASA BUTA MATI, nggletak koyo wong mati ning medeni, menakutkan.

Simbah bilang, yen ngombe yo ngombe nanging ora pareng akeh-akeh, minum ya minum tapi jangan banyak2.
.
Yaaah..., tadi sempat nenggak 4 sloki. Jadinya saya kok kayak woh2 an weruh ketek, kayak buah2an ngliat monyet ya...