Lokasi Pengunjung Blog

Tuesday, May 19, 2009

IKLAN LAWAS..., Saxophone, Easy to Play


Upaya awal mengenalkan dan memasyarakatkan saxophone di Amerika dilakukan oleh para pabrik pembuatnya, antara lain perusahaan CG.CONN LTD serta BUESCHER, melalui aneka cara. Di antaranya lewat iklan, lewat penerbitan buku2 pelajaran saxophone, mendorong minat sebagian masyarakat untuk menjadi guru saxophone dsb.

Semua itu terekam di dalam kumpulan iklan lawas alias iklan kuno, iklan jadul, yang terbit di Amerika sekian puluh tahun lalu, sekitar tahun 1928.

BUESCHER Saxophone, memiliki semboyan "Easy to Play, Easy to Pay". Hanya perlu waktu One Hour Each Evening, dan Anda akan bisa memainkannya. Digambarkan betapa mudahnya belajar saxophone. Di iklan lainnya dikatakan, Be The Saxophone Teacher Of Your Town, maka penghasilan Anda akan bertambah...

Hasilnya, seperti terbukti kemudian, saxophone menjadi salah satu alat musik yang sangat populer di Amerika.

Bagaimana dengan di Indonesia? Piye Jal?

Sunday, May 17, 2009

INI NYEBUL KOK KAYAK NGEMOT YA...?


Gak tahu nih, ini gambar orang lagi nyebul atau lagi ngemot saxophone?

(Gambar dari: http://www.thestringfellowgallery.com/)

Saturday, May 16, 2009

SEPUTAR SUARA SAXOPHONE

Ada banyak istilah digunakan untuk menggambarkan bagaimana sebuah saxophone bersuara. Dalam bahasa asing kita mengenal kata2 seperti: bright, light, edgy, thin, clear, warm, focussed ataupun dark, heavy, cold, fat, unfocussed , dll.

Dalam bahasa Indonesia kerap kita mendengar istilah di seputar suara saxophone itu antara lain: ngebas, nyempreng, enteng, berat, sember, dalam, lebar, tajam, menyebar, bergema, kering, mendem, lirih, keras, mantap dll.

Uniknya, kita tidak pernah memperkarakan atau mempertanyakan bagaimana sih difinisi suara ngebas, atau sember, atau kering, mendem, tajam dan sebagainya itu. Ya, tanpa definisipun kita sudah bisa memahami kira2 apa maksudnya.

Lebih sederhananya lagi kita mengenal suara saxophone itu hanya sebagai enak dan tidak enak atau bagus dan tidak bagus saja. Lha bisanya suara saxophone jadi enak, itu sangat tergantung pada siapa dong peniupnya. Kualitas tiupan seorang "new comer" tentu berbeda dengan mutu tiupan seorang saxophonis berpengalaman. Di tangan, ee…, dimulut seorang "pemain lama", suara saxophone akan terdengar …., asyik2 aja.

Jadi bolehlah kita bilang bahwa enak tidaknya suara saxophone ditentukan oleh faktor: 80% si peniup, kemudian 15% kombinasi antara Mouthpiece dan Reed, baru kemudian sisanya sebesar 5% oleh alatnya atau saxophone nya itu.

Gitu deh…

Friday, May 15, 2009

MY BABY VALENTINE ..., baby saxophone



Inilah tampang si BABY VALENTINE. Tongkrongannya keren, moderen. Konstruksinya kuat dan dipakainya enaaakkk. Suaranya..., boleh diadu. Harganya murah..., boleh diadu juga. (Lho, kok ngadu?)

Selain baby sax ini ada pula jenis alto dan tenor. Warnanya bisa milih, gold, silver. (Khusus untuk alto ada warna kuning antik). Dan yang penting..., di sini saxophone2 itu boleh dicoba. Kalaupun belum bisa memainkan, jangan khawatir, akan diajari sampai bisa..., gratis!

Piye Jal?

MY LADY VALENTINE...., alto sax

Sax Valentine

Wednesday, May 13, 2009

VALENTINE SAXOPHONES..., bermutu, enak ditiup dan merdu.

Bisa dibilang kini saxophone sudah menemukan bentuk standarnya. Artinya modelnya moderen dan nyaris seragam antara merek yang satu dengan yang lainnya, tidak urusan saxophone itu bikinan Eropa, Amerika atau Asia. Model neck, body, bow, bell, tone hole, key, guard dll., sudah sama. Tidak hanya itu, mutunya juga bagus. Konstruksinya kokoh, materialnya kuat, finishingnya rapi dan dipakainya…, enaaak bro! Hal ini patut dipercaya. Mengapa? Mengingat di jaman tehnologi moderen seperti sekarang ini, apa sih yang tidak bisa dibikin bagus dan sempurna? ‘Tul nggak?

Penerapan tehnologi moderen dalam memproduksi saxophone itu, selain membawa kepada kesempurnaan hasil ternyata juga berefek terhadap effisiensi. Ongkos produksi dapat ditekan melalui unsur fixed cost maupun variable cost nya. Dan sebagai dampak positipnya, kita jugalah yang kemudian kebagian asyik serta enaknya. Sekarang kita bisa memiliki saxophone baru, bermutu, dengan harga yang “miring”. Ibarat kata, kini kita bisa punya saxophone yang bercita rasa “bintang lima”, pada harga kaki lima. Gitu loh…

Dan beberapa waktu lalu di Asia, China dan Taiwan, muncul produsen2 alat musik tiup. Mereka memproduksi alat musik tiup termasuk saxophone. Kemunculan mereka sungguh saya syukuri, karena sekarang saya bisa “mendapatkan/mendatangkan” saxophone yang baru, yang berkualitas, yang harganya murah, dan dalam jumlah yang tak terbatas. Kesemuanya itu mendukung dan memberi harapan besar bagi saya akan terwujudnya cita2 ingin memasyarakatkan saxophone di Indonesia, ingin mencetak tidak hanya seribu, tapi dua ribu, tiga ribu atau berpuluh ribu pemain dan penggemar saxophone.

Memasyarakatkan saxophone di Indonesia itu saya anggap penting. Mengapa? Karena bermusik itu baik, karena saxophone itu alat musik yang baik, dia sangat ekspresif, bisa lembut, bisa romantis, bisa menghibur, mungil tidak makan tempat, irit tidak makan listrik, dsb, dst, dll. Wis tho, pokoke…, top dah.

Dan sekarang sudah ada di sini, di Valentine Bursa Alat Musik Tiup, saxophone2 jenis Alto, Baby dsb. Kondisi baru, kualitas bagus. Untuk harga, silahkan telephone langsung Tante Tina di nomor Telp. 021 8411717, 08161439838, 02199136199, 02192708255 dan 085692330090

Apa mereknya? Mereknya…, VALENTINE. Apa artinya? Valentine artinya: Kekasih Hati. Jadi VALENTINE SAXOPHONE artinya: Saxophone Kekasih hati. My Valentine Sax, artinya saxophone kekasih hatiku…, Your Valentine Sax, bermakna saxophone kekasih hatimu.

Saxophone merek Valentine jenis baby, bolehlah kita sebut "BABY VALENTINE" dan yang jenis alto kita sebut "LADY VALENTINE". Yang jenis tenor, enaknya disebut apa ya?

Piye Jal?

Tuesday, May 12, 2009

VALENTINE..., Tina Valentine

Valentine..., ya nama itu sudah akrab ditelinga kita2. Dan nama Valentine plus embel2nya juga ada banyak seperti: Tina Valentine, Dave Valentine, Lady Valentine, My Valentine, Your Valentine, Funny Valentine, Valentine day, dsb.

Seperti tak mau ketinggalan, nama Valentine itu juga telah menjadi plang atau papan nama dari bursa alat musik tiup kita ini. Di kartu nama bisa dibaca tulisan: "VALENTINE, Bursa Alat Musik Tiup", dengan gambar saxophone mewakili huruf "V".

Lho, kenapa kok milih nama Valentine, bukan Dapur Sebul atau Slompret Sakti, atau yang lainnya? Alasannya sederhana, karena nama nyonya si empunya Rumah Tiup alias bursa alat musik tiup itu adalah: TINA VALENTINE atau akrab disebut TINA SAXOPHONE atau Tante Tina atau Tina, begitu saja.

Gitu deh...

Monday, May 11, 2009

Tante Black...


Tante Black..., ya itulah julukan yang tepat untuk tante kita yang lagi meniup saxophone warna gold ini. Hitam tantenya, hitam gaunnya.

Pengin tahu lagu yang sedang dilantunkan? Judul lagunya: My funny Valentine.

Keren ya...

Lengket...


Kalau kita pintar ngeSAX..., lengket dah si dia. (Emang permen karet?)...

Baritone Saxophone


Baritone Saxophone merupakan salah satu jenis saxophone bongsor alias berukuran gede. Saking besarnya, dan juga panjang, maka bagian lehernya perlu digelung, ditekuk membentuk gelungan. Tidak hanya leher yang ditekuk, tapi juga bagian bawah atau bagian bell dilipat mendongak ke atas. Jadinya ya kayak gambar itu deh…

Ukurannya memang besar dan suaranya ngebas, tapi tidak berarti baritone saxophone ini lebih sulit dimainkan daripada jenis saxophone lain yang berukuran lebih mini. Ya, memainkan baritone sax ini gampang saja, semudah kita memainkan saxophone tenor, alto maupun soprano.

Kalau postur kita tinggi besar, memainkan baritone saxophone ini cocok saja. Tapi kalau badan kita tergolong imut alias kecil atau “masih pertumbuhan”, ya kagak cocok lah yauw…

Dan kemarin saya baru saja mendapatkan baritone saxophone merek Yamaha. Kapan2 akan saya pamerkan di blog ini. Atau ada yang pengin nyoba? Silahkan datang ke rumah tiup. Gimana, gitu, ganti...