Lokasi Pengunjung Blog

Monday, March 8, 2010

DITIUP BUKAN DIJILAT BE...


Saxophone itu mesti ditiup bukan dijilat. Emang apa'an?

(google image)

NIRKABEL


Tidak seperti gitar listrik, saxophone itu bisa dimainkan tanpa tergantung kepada kabel2. Gitu deh...

(Google Image)

(PI)PIS AH...


Siapapun itu, sebelum naik ke panggung pasti agak stres. Entah yang perutnya tiba2 mules, entah yang pengin pipis melulu kayak para pemain brass di gambar ini (google image).

DASAR MONYET


Meskipun katanya simpanse ini moyang kite, tapi bodonya minta ampun. Mosok mouthpiece dia sangka pisang. Dasar monyet...

(Google image)

Benny Likumahuwa


(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Benny Likumahuwa (Kediri, Jawa Timur, 18 Juni 1946) adalah seorang pemusik senior Indonesia. Benny mulai mengenal musik dari ibunya. Sejak remaja ia belajar musik dan not balok secara otodidak. Awalnya dia memainkan bongo, kemudian mengganti instrumennya dengan bass sebagai alat musik utamanya. Ketika Benny mulai tertarik dengan musik jazz, dia mengganti instrumennya dengan clarinet, kemudian saksofon, beliau juga belajar meniup trombon. Pada tahun 1966 Benny bergabung dengan Cresendo Band dari Bandung.

Setelah 2 tahun kemudian kira-kira tahun 1968 Benny bergabung dengan The Rollies dan sempat recording untuk Polygram di Singapura serta tour keliling Indonesia. Ia juga bermain dalam berbagai band di klub-klub malam kota Bangkok, kemudian dia membentuk The Augersindo dan bermain keliling di negara-negara Asia. Lalu beliau kembali lagi ke Jakarta bergabung dengan The Jazz Raiders, Jack Lesmana Combo, Trio ABC (Abadi Soesman, Benny Likumahuwa, dan Chandra Darusman). Kemudian pada tahun 1980 Benny bergabung lagi bersama Ireng Maulana All Star disamping itu dia juga bermain secara freelance dengan kelompok jazz lainnya.

Beliau banyak berpartisipasi dalam festival Jazz,antara lain : The Singapore Jazz Festival tahun 1986, The Jakarta Jazz Festival tahun 1988, The North Sea Jazz Festival tahun 1990 yang berada di Belanda, The Asean Jazz Festival di Kuala Lumpur tahun 1992, dan Malaysia Jazz Festival pada tahun 1994. Tahun 1996 membentuk Benny Likumahuwa Big Band yang bermain di Jakarta, Surabaya, Bali kemudian beliau rekaman untuk ketiga kalinya pada tahun 1999 di The Lion Studio-S’pore untuk Sangaji Music Co.

Sedangkan Pada tahun 1997 di The International Dixie Land Festival di Dresden - Jerman, The North Sea Jazz Festival, di The Hage Netherland.Pada tahun 2002 rekaman dengan music gospel, 2 tahun kemudian dia kembali berpartisipasi di Bali International Jazz Festival, dan Pattaya Music Festival di Thailand. Kemudian pada tahun 2005 Benny kambali lagi untuk ke 4 kalinya rekaman di The Lion Studio-S’pore untuk Sangaji Music Co bersama Ireng Maulana All Stars, dan sampai sekarang Benny masih tetap bekerja sebagai musisi diberbagai kelompok musik di Indonesia maupun International.

Pada tahun 1985, beliau bersama Jack Lesmana dan Indra Lesmana membentuk sekolah musik Farabi. Selanjutnya pada tahun 2006, bersama Todung Pandjaitan, Gilang Ramadhan, Donny Suhendra, Krisna Prameswara, dan ibu Annette Frambach membentuk tim perencana Gladiresik Music Lab. Hingga sekarang berperan sebagai Academic Consultant di GladiResik Music Lab.

(Dan kemarin, hari Senin 08 Maret 2010, beliau bertandang ke Rumah Tiup setelah selesai dengan kesibukannya di Java Jazz Festival 2010. Dasar tukang tiup, alat apa saja koleksi Rumah Tiup penginnya ditiup. Gitu deh...)

Friday, March 5, 2010

Alunan suara Saxophone di Condet Food Festival (Confest)

Pinter nyanyi ataupun pinter nyebul saxophone, tapi tak punya tempat ataupun kesempatan untuk manggung, wah bisa gatel berat nih. Tapi jangan bingung. Datang saja ke Confest (Condet Food Festival), di Jl. Condet Raya no. 33, samping SD Islam Global. Di sana setiap hari Jumat mulai jam 19.30 s/d jam 23.30 disiapkan panggung khusus untuk kita uji nyali ataupun unjuk suara melampiaskan rindu nyanyi, rindu niup, dst. Pengiringnya adalah group band Kharisma. Ada Den Wahyu yang ngorgen, Dimas Anton (gue) yang meniup saxophone, dan ada Bung Agam dll., yang menyanyi.

Jangan lupa ajak serta keluarga, anak2, handai taulan, tetangga, kolega, pokoknya semua menungsa deh. Sembari menyaksikan kita beraksi, mereka bisa memesan dan menikmati menu hidangan yang beraneka, yang tersedia di counter2 dan yang semuanya ditanggung …, enak gila.

Jadi…, mampir ya. Kalau belum pengin turut serta tampil manggung toh masih bisa mendengarkan dan menikmati alunan suara merdu saxophone serta nyanyian lagu2 pilihan, tembang2 kenangan ataupun tembang kesayangan yang dilantunkan oleh band Kharisma.

Ojo kesasar lho. Alamat Confest (Condet Food Festival), di Jl. Condet Raya no. 33, samping SD Islam Global, Jakarta Timur. Telp : 911-00181

(Ini undangan bagi semua teman2 yang pernah belajar saxophone di Rumah Tiup).

Wis ngono wae…

Monday, February 15, 2010

JAZZ LADY


Ini gambar dari google image.
Apa ya yang kiranya lebih membuat kita kesengsem. Si Lady atau saxophonenya?

Wednesday, February 3, 2010

First Lady of Latin Flute


Ini potret Andrea Brachfeld, First Lady of Latin Flute.
Matching banget ya, antara kecantikan sosok seorang Lady dengan kecantikan Flute. Dan ketika Lady serta Flute menyatu dalam gelora irama latin, sensualitaslah yang kemudian terlahir. Ya potret Lady Andrea bersama Flute kesayangannya terlihat begitu menarik, sexy gitu loh...

Baru melihat saja kita sudah kesengsem terpesona. Apalagi kalau kita bisa meniup (bukan niup si Andrea tapi nyebul flute lho), wow..., pasti dahsyat deh.

Wis, ngono wae...
Pengin main flute? Hubungi Tina.

Tuesday, February 2, 2010

MISTY


Inilah partitur lagu Misty. (Seperti yang diminta oleh Mas Yudha).
Selamat berlagu.