Lokasi Pengunjung Blog

Monday, May 24, 2010

DAFTAR BARANG DIJUAL



Wah sorry, tampilan daftarnya kelewat kecil. Silahkan klik (daftarnya) untuk memperbesar.

Untuk diketahui, Rumah Tiup juga melayani pengiriman ke luar kota. Juga menerima servis.

Alamat Rumah Tiup:
Jl.H.Thaiman Barat I No 71, RT 2/RW2, Gedong, Pasarrebo, Jakarta Timur.

Telp. 021 8411717, 08161439838, 02199136199, 02192708255 dan 085692330090
Hubungi: Tina atau Anton.

Kordinat: LS 06 derajat 18" 00,0' BT 106 derajat 51" 46,1'

Sunday, May 23, 2010

SAXOPHONE, ANEKA RASA


Kala pertama kali aku disodori, rasanya aneh, bingung, deg-degan dan grogi. Banyak tonjolan kecil-kecil yang harus dipencet. Padahal, cara memencetnya tidak boleh sembarangan. Ada aturannya.

Kukulum mulutnya dengan hati-hati, sesuai permintaan. Ia nggereng. Sebabnya terlalu dalam mulutku masuk. Agak kugeser sedikit mendekati bibir, eh.. malah ia berteriak parau. Terlalu gegabah aku mengemutnya. Maklum baru pertama ngulum. Tidak boleh terlalu dangkal atau terlalu dalam.

Bener deh, ternyata meniup saxophone pertama kali itu rasanya memang beraneka, ada deg2an, ada grogi, ada agak bingung, tapi ada juga rasa senang dan lega. Weh, jebul main saxophone itu gampang saja, tidak sesulit yang dibayangkan…

Ya, itulah cerita salah satu teman kita tentang pengalamannya pertama kali nge Sax.

Adakah dulur ingin berbagi pengalaman? Piye Jal?

(Gbr. dr. google image)

Saturday, May 22, 2010

HAPPY B'DAY, SIAPA TAKUT?


"Icha bisa nyanyi happy b'day, saya juga bisa." Begitu kira2 kata adik kita ini. Ya, happy b'day, siapa takut? Sol sol la sol do si..., sol sol la sol re do...

Gitu deh.

Friday, May 21, 2010

HAPPY B'DAY


Sekejap saja adik kita Icha ini sudah bisa melantunkan lagu happy birthday. Kok bisa? Soalnya main saxophone emang kagak sulit. Tiup tut tut tut dan pijit jit jit jit..., beres deh.

Gitu ajah...

Thursday, May 20, 2010

SAXOPHONE GUK GUK GUK


Bener lho saxophone itu menarik, bahkan bisa menirukan suara si Mello dan si Molly. Guk guk guk..., begitulah bunyinya.

Tuesday, May 18, 2010

BUKAN SAX BABE


Ini sax buat si Baby, bukan buat si Babe. Buat Babe sax nya tentu lain dooong. Lebih "nge SAX" gitu loh...

Thursday, May 13, 2010

UNFORGETTABLE



Tentang Irving Gordon:

Irving Gordon (February 14, 1915, Brooklyn, New York-December 1, 1996, Los Angeles) was an American songwriter.

He was born in Brooklyn, New York. As a child, he studied violin, and after attending public schools in New York City, went to work in the Catskill Mountains at some of the resort hotels in the area. While working in the hotels, he took to writing parody lyrics to some of the popular songs of the day. In the 1930s, he took a job with the music publishing firm headed by talent agent Irving Mills, at first writing only lyrics but subsequently writing music as well.

After writing "Mister and Mississippi", he decided he enjoyed puns on state names, and some years later write "Delaware." He is perhaps best known for his song, "Allentown Jail", which was played by numerous other musicians, and told the story of a man who stole a diamond for his girlfriend and ended up in the Allentown jail, unable to make bail. Late in his life he won a Grammy for Song of the Year when Natalie Cole re-recorded her father's (Nat "king" Cole) earlier hit of "Unforgettable".

He is noted for his contribution in music and lyrics of the Americana genre.

He died in Los Angeles, California.

Wis ngono wae...

Friday, May 7, 2010

Saxophone Valentine


Banyak merek saxophone yang terkenal buatan Eropa maupun Amerika seperti: Dolnet, J.Grass, Leblanc, Buescher, Henri Selmer dsb. Meskipun demikian, saxophone merek Valentine (Taiwan) juga tidak kalah keren lho. Tidak percaya? Coba saja!

Ya, aneka jenis Saxophone merek Valentine ini tersedia di "Rumah Tiup". Kondisi 100% baru, harga terjangkau (mudah2an), digaransi, dan diajari gratis sampai bisa! Asyik tho, enak tho, manteb tho. Jadi, pengin main saxophone..., kenapa ragu? hubungi saja Rumah Tiup (Tina) di 021 8411717 atau HP nya (0816 143 9838).

Main Saxophone, asyik lho. Wis ngono wae...

Monday, April 26, 2010

Jazz Mben Senen

GELARAN “Jazz Mben Senen” di Bentara Budaya (BBY) Yogyakarta, Senin (5/4) sedikit berbeda dari biasanya. Acara yang menjadi ajang kumpul komunitas jazz Jogja itu tampak lebih ramai, meski panggung dan peralatan musik masih sama sederhananya dengan gelaran-gelaran sebelumnya.

Acara dibuka dengan sederhana dan musisi kontemporer Memet Chairul Slamet menyambut kedatangan para pecinta musik di halaman BBY. Tak berapa lama ia mengajak penonton untuk hening, seraya memutar suara seorang laki-laki yang telah terekam di handycam.

“Terima kasih pemrakarsa acara ini, Mas Agung, Mas Djadug (Djadug Ferianto), Mas Aji Wartono....tamu-tamu yang jauh-jauh datang dari Jakarta Mas Dwiki (Dwiki Darmawan), Mbak Iik (Trie Utami), Mbak Iga Mawarni, juga Bu Waldjinah...Saya menaruh hormat karena dari acara seperti ini bisa tercetus kepedulian sosial. Maaf saya tidak bisa hadir” begitulah penggalan rekaman yang sama sekali tidak menunjukkan bahwa si empunya suara sedang sakit. Namun, rekaman itulah yang membuktikan bahwa ia tidak bisa datang, karena sesuatu.

Ya, pemilik suara itu adalah komposer, arranger, conductor orkestra Singgih Sanjaya (48) yang sedang terbaring, karena stroke. Dosen Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta itu kini tengah rawat jalan setelah sebelumnya 10 hari menginap di RS Panti Rapih.

Acara “Jazz Mben Senen” kali ini memang mendatangkan musisi papan atas seperti Dwiki Darmawan, Trie Utami, Iga Mawarni, dan Waldjinah. Tentu mereka datang ke Jogja bukan dalam rangka ngejob, tetapi kepedulian terhadap Singgih Sanjayalah yang membuat mereka mau datang tanpa bayaran.

Konser Amal

Begitu kuatnya ikatan emosional para musisi jazz, sehingga ikatan emosi dalam panggung pun berlanjut menjadi konser amal untuk membantu musibah sesamanya. “Musisi jazz itu sudah terbiasa punya ikatan emosi di panggung, seperti saat improvisasi. Dan, ini kelebihan komunitas. Kebiasaan itu terbawa sampai di luar panggung seperti kepedulian yang tejadi malam ini,” ujar Memet.

Dwiki Darmawan mengenal sosok Singgih sebagai musisi sekolahan yang berani “nakal”. “Saya juga mengenal ia sebagai orang yang gigih memperjuangkan kemajuan pendidikan di institusinya,” ujar Dwiki yang beberapa kali bekerja sama dengan Singgih itu.

Para musisi yang terbiasa dengan run down acara yang tertib, persiapan matang, dan segala keribetannnya, malam itu harus legawa bermain dengan alat seadanya, santai, spontan, dan merakyat.

Setelah sebelumnya Ustad Nanan mengajak berdoa bersama untuk kesembuhan Singgih, Dwiki Darmawan dengan pianikanya membuka konser istimewa itu jamming bersama para musisi jazz Jogja dalam “Blues for Today”. Disusul Waldjinah yang diiringi orkes keroncong Congyang ISI Yogyakarta.

“Saya sebenarnya lagi flu, sakit, tapi karena Singgih saya datang. Mengko nek nyanyine rodo mblero ojo diguyu lo yo,” kata Waldjinah yang malam itu akhirnya menyanyikan “Ayo Ngguyu” dan “Tanjung Perak”.
Suasana semakin hangat, sementara tampah sekiler (sumbangan sukarela) terus berputar di jajaran penonton. Iga Mawarni yang tampak masih cantik dengan suara jazzy-nya menembangkan hitsnya “Kasmaran”, juga lagu “Simponi yang Indah” yang dipopulerkan Bob Tutupoli dan Once.

Penampilan si cabe rawit Tri Utami yang berimprovisasi dengan Dwiki dan Djadug memungkasi pentas bintang malam itu. Dan, akhirnya MC mengumumkan sumbangan sukarela untuk Singgih Sanjaya terkumpul Rp 2,5 juta. (Sumber Suara Merdeka/ Sony Wibisono-37)

Itulah sepenggal cerita dari acara bertajuk “JAZZ MBEN SENEN” yang diselenggarakan rutin setiap hari Senin malam mulai jam 21.00 sd jam 24.00 di halaman Bentara Budaya Jogjakarta.

Silahkan nonton kalau pas bertandang ke Jogja.

Monday, April 12, 2010

Sunday, April 4, 2010

SAXOPHONE BOCAH


Saxophone memang sungguh menarik. Tak terkecuali si bocah inipun juga tertarik.

(Gbr. Google Image)