Da Ai TV adalah sebuah stasiun televisi milik Yayasan Tzu Chi yang disiarkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sesuai misinya, Da Ai TV memfokuskan diri dalam bidang kemanusiaan yang menitikberatkan pada penyebaran cinta kasih lintas agama, suku, bangsa dan negara. Siarannya terdiri dari drama, dokunews, talkshow, kartun, dokumenter, dan liputan cilik.
Dengan semangat Kebenaran, Kebajikan dan Keindahan, DAAITV hadir sebagai sebuah stasiun TV keluarga yang membawa manfaat positif bagi masyarakat Indonesia.
Salah satu acaranya bertajuk Mata Hati. Mata hati menyajikan liputan-liputan tentang kisah kehidupan manusia, dikupas secara mendalam dengan sentuhan humanis. Mengajak pemirsa untuk melihat dengan mata hati dan memaknai kehidupan dari sisi yang berbeda. Mata Hati membagi informasi dan cerita tentang berbagai kegiatan sosial kemanusiaan, pengembangan masyarakat, pelestarian lingkungan,serta aktivitas sosial di dalam maupun luar negeri.
Dan..., "Rumah Tiup" telah menjadi salah satu "bahan liputannya" serta akan ditayangkan mulai hari Selasa dan Rabu besok ini.
Tonton ya liputan tentang "Rumah Tiup" di DAAI TV saluran 59 UHF (Jakarta) dan 49 UHF (Medan),dalam program "Mata hati",5 kali tayang, hari Selasa tgl 19 oktober 2010 jam 18.30 petang,jam 23.00 malam dan hari Rabu 20 oktober 2010 jam 6.30 pagi,jam 11.00 siang serta jam 15.30 sore.
Semoga bermanfaat.
Anton Sax
Lokasi Pengunjung Blog
Monday, October 18, 2010
Friday, October 15, 2010
TONTON YA
Hallo teman2, tonton ya "Rumah Tiup ada di RCTI" tayang ulang hari minggu pagi jam 05.30 dalam acara seputar Indonesia pagi. (Minggu pagi 17 Oktober 2010 jam 05.30). Terima kasih kepada mas Ainam Wicaksono dan mbak Astri selaku produser n reporter.
Thursday, October 14, 2010
Wednesday, October 13, 2010
LUAR KEPALA
JUWITA MALAM
Sunday, October 10, 2010
BUKAN UNTUK DIINJAK
SIAPA TAK SUKA?
Wednesday, October 6, 2010
Monday, October 4, 2010
HITAM-HITAM, NGAPA TIDAK?

Biasanya kalau malam Minggu saya ada main, Jum'at siang saya sudah harus ngecat rambut.
Ya, beginilah nasib "pengesax tua". Dandan besus mlipis rapi jali pakai jas en dasi jadi tak guna kalau rambut terlihat putih memplak. Rambut kudu legam, dan kumis juga harus hitam, biar tidak kalah "pamor" kambek yang punya hajat. He he...
Dan inilah potret saya paling mutakhir, semuanya serba hitam. Kemeja hitam, jas hitam, celana hitam, rambut hitam, kumis hitam serta tak ketinggalan...., kacamata hitam.
Serba hitam ala ninja (cuma kagak pakai cadar) ini sudah menjadi semacam kostum wajib disaat saya harus tampil nge-sax, tak peduli siang ataupun malam.
Gitu deh...
Anton Sax
RUMAH TIUP, SAXOPHONE PALACE

Sebenarnya kita lagi bingung nih, ngarang sebutan buat "Rumah Tiup". Mau nyebut
"Rumah Tiup, Bursa Saxophone", ee..., kok kesannya kayak jual beli saham (Bursa Saham). Mau nyebut galeri, ee..., kok galeri.
Jadi gimana kalau kita sebut saja:"Rumah Tiup, Saxophone Palace"? Soalnya khan saxophone itu ibarat rajanya alat musik tiup, sehingga Rumah Tiup cocok kiranya menjadi kediamannya, menjadi istana bagi saxophone.
Piye Jal?
Anton Sax
Subscribe to:
Posts (Atom)







