Kisah penemuan Saxophone...
Secuil gambar ini bisa bercerita tentang hal yang besar, tentang bagaimana dulu orang menghadapi soal ketika ingin membuat alat musik tiup berukuran besar, bernada nge-bas. Semakin nge-bas semakin butuh tabung yang besar dan panjang, sementara kita punya jari jemari tidak bisa melar....
Kala itu pengaturan nada diatur melalui buka-tutup lubang2 pengatur nada yang besarnya cuma pas seujung jari. Sehingga agar jari tetap bisa mengoperasikan, tabung yang panjang itu kemudian ditekuk menjadi serupa busur, atau dilipat menjadi dua, atau diliak liuk serupa keris mpu Gandring.
Hingga pada akhirnya Adolphe Sax menemukan solusi jitu mengatasi problem alat musik tiup berukuran besar, yakni dengan mekanisme pengaturan nada melalui serangkaian tombol2 pengungkit untuk membuka-tutup lubang nada. Jadilah kemudian bas klarinet yang berleher melengkung, berbodi lurus serta bercorong mekar menengadah.
Dengan sedikit perubahan, bas klarinet itu menjelma menjadi saxophone, tidak lagi berbodi lurus melainkan mengerucut, diikuti dengan lubang2 nada yang makin membesar kearah corong. Dengan bentuk yang "mencorong" ini saxophone tentu saja bisa bersuara lebih keras, lebih waaaahhhh..., tidak lagi sekedar weh.
Wis ngono wae....
Lokasi Pengunjung Blog
Friday, September 12, 2014
Tuesday, May 27, 2014
Sunday, May 4, 2014
KETAGIHAN...
Sekilas tentang RUMAH TIUP




Rumah kini ditata serupa galeri. Berbagai alat musik tiup, saxophone, trumpet dan sebangsanya terpajang di sana-sini. Lokasinya yang di tengah perkampungan ternyata tidak menyurutkan minat para penggemar dan calon penggemar untuk "blusak blusuk" datang. Mereka datang demi mendapatkan saxophone serta kegembiraan bermain saxophone yang telah lama diimpikan.
Ya, siapa yang tidak "ngiler" oleh tawaran semacam ini:
"Rumah Tiup, sedia saxophone dan macam macam alat musik tiup. Harga murah bersahabat, kondisi prima, barang digaransi, dan diajari gratis sampai bisa! Hubungi Anton/Tina di 021 - 8411717"
Begitulah, kegiatan bersenang-senang lewat saxophone itu berlangsung sejak belasan tahun lalu hingga sekarang. Kian hari keberadaannya kian "diketahui", tidak saja karena iklan di aneka media tapi juga berkat bocoran para teman penggemar yang "getok tular", kabar kabar sono mari...
Lantaran hampir semua kegiatan berlangsung di rumah saja, maka papi bisa makin mengasyiki hobi menimang nimang ataupun bermain saxophone kesukaan. Sementara Mami, selain demen bikin lemper, kini sibuk mengurusi transaksi dan negosiasi sambil sesekali matri matri alias ngreparasi. Ya, sehari hari Papi en Mami duaan saja ngurusin Rumah Tiup..., ee, asyik juga ternyata. Apalagi sekarang ada jadwal rutin setiap Sabtu siang, nyebhul bareng..., bermain saxophone rame-rame melantunkan lagu2 kesukaan. Wis jan..., ayo, siapa suka boleh ikuut...
LUKAS..., auk auk
Sedari kecil anjing ini tampangnya memelas sehingga kuberi nama Lukas, kependekan dari “Lu Kasihan deh…”
Di foto kelihatannya saja dia itu terkantuk-kantuk, tapi begitu mendengar bunyi saxophone ditiup, dia akan langsung terjaga dan akan ikutan auk-auk sambil moncongnya dimonyong-monyongkan. Ah, dasar Lukas…
Di foto kelihatannya saja dia itu terkantuk-kantuk, tapi begitu mendengar bunyi saxophone ditiup, dia akan langsung terjaga dan akan ikutan auk-auk sambil moncongnya dimonyong-monyongkan. Ah, dasar Lukas…
Saturday, April 26, 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)

