Lokasi Pengunjung Blog

Thursday, September 30, 2010

CERITA TENTANG REED


Kata lain dari "reed" adalah buluh. Dan ini ada cerita menarik tentangnya. Kata buluh (Ibrani: qaneh, Inggris: reed) adalah sejenis tanaman yang tumbuh di rawa2. Qaneh ini kadang2 diterjemahkan sebagai gelagah, tetapi kadang diterjemahkan pula sebagai bambu. Yang jelas, buluh ini adalah Arundo Donax, yakni tanaman yang tumbuh juga di Palestina dan Mesir dengan tinggi bisa mencapai 3 hingga 4 meter.

Buluh ini dapat dianyam menjadi keranjang yang ringan, misalnya seperti keranjang yang dipakai untuk menyelamatkan si "Musa" kecil, seperti pada riwayat nabi Musa. Bisa juga dipakai sebagai galah, misalnya dalam kisah penyaliban Yesus. Ketika Yesus mengatakan: "Aku haus" di kayu salib, ada tentara yang menyodorkan anggur asam dengan menggunakan sebatang galah. Galah tersebut tak lain adalah ya..., buluh itulah.

Ada lagi cerita, ketika Yesus ditangkap, para prajurit memperlakukan Nya dengan tidak hormat, Mereka meletakkan mahkota duri di kepala Nya dan memberikan sebatang tongkat buluh kepada Nya, dengan maksud menghina. Seorang raja biasanya memegang tongkat kekuasaan yang terbuat dari kayu bertahtakan emas intan berlian. Tetapi Yesus, yang konon raja segala raja, dihina dengan hanya memegang tongkat dari buluh. Tidak cuma itu, kepala Yesus yang bermahkota duri pun kadang dipukul dengan tongkat buluh yang dipegang Nya sehingga duri2 makin menancap di kepala. Auww....!

Gitu deh…

MOUTHPIECE..., GUBRAKS!

Ini cerita pengalaman mbak Marintje saat ujian pelajaran saxophone. Kisahnya nih:

Kelar main, pengujinya nanya: "Kalau kamu punya murid saxophone, gimana kamu ngajarin mereka membentuk embouchure?"

Gue terangin sesuai teori: "Bibir bawah jadi landasan, gigi depan berfungsi memegang mouthpiece, bibir menutup. Posisi mouthpiece yang masuk mulut hanya seperempat bagian saja. Begitu, Sir!"

Trus kata pengujinya: "Teorinya bener, tapi tadi kamu mainnya nggak kayak gitu. Tadi itu mouthpiece-mu hampir semua masuk ke mulut!!?" *gubraks*

Anton Sax

MOUTHPIECE, KENDO KENCENG


Dengan saxophone, kita bisa melantunkan lagu, tralala en trilili. Tapi pernahkah mencoba bernyanyi dengan menggunakan mouthpiece nya saja? Bener lho, mouthpiece saxophone (tentunya plus reed), itu bisa juga bernada. Tidak hanya satu atau dua nada, bahkan dia bisa menyuarakan nada2 hingga lebih dari 1 oktaf, dari nada sol rendah sampai nada do tinggi. Kok bisa?

Ya bisa dong, karena di antara reed dan mouthpiece saxophone itu terdapat celah yang dapat kita atur "bukaannya" alias lebar sempitnya dengan menggunakan bibir bawah. Ibaratnya selang air, kita bisa pijit2 ujung selang guna menghasilkan aliran air yang muncrat ke arah jauh atau cukup dekat2 saja. Begitu juga mouthpiece, semakin bibir kita ketat "memijit", nada yang dihasilkan akan semakin tinggi, dan sebaliknya, kala pijitan bibir kita kendorkan, suara mouthpiece akan bernada rendah.

Berlatih bernyanyi dengan mouthpiece ini penting, supaya bibir kita menjadi cukup fleksibel kendo kenceng sehingga bisa sukses menyuarakan nada2 rendah.

Silahkan melantunkan lagu "balonku ada lima", dengan menggunakan mouthpiece saja. Notasinya sbb: 3 4 5 1' 5 3 5 1'...., 2 3 4 2 5 4 3...., 1 1 6 6 7 1' 5 ...., 3 4 5 4 3 2 1... dst.

Anton Sax

HAP!


Getaran reed (lidah getar) yang menyentuh ujung mouthpiece itulah yang bikin bunyi. Tapi kalau keganjel begini ini, ya bakalan kagak bunyi deh. Kalau perlu, sebelum nyebul silahkan sikat gigi...

Anton Sax

MOUTHPIECE

Seperti mimi lan mintuno, begitulah mouthpiece dan reed. Saxophone berbunyi hanya jika mouthpiece ditiup (bukan sekedar diemut!). Mouthpiece ini ceper, mirip paruh bebek cerewet, si Donal. Bahannya bisa kayu, metal, atau ebonit. Sedang reed terbuat dari bahan semacam alang-alang yang diiris tipis, ditempelkan di sisi bawah mouthpiece dan diikat kencang dengan ligature. Besar kecil mouthpiece mengikuti ukuran saxophone. Jika kecil, kita masih bisa meniupnya di sudut bibir sehingga masih bisa bersaxophone sembari nyengir. Kalau saxophonenya gede, mouthpiecenya bisa segemuk pisang ambon. Ampun deh!

Anton Sax

AHLI GIGI, HI-HI-HI


Ahli gigi atau tukang gigi ini adalah profesi jadul, sudah ada sejak jaman dulu. Plangnya ya begitu itu, bergambar gusi yang sedang memamerkan sederet gigi. Dulu sih kita cuek dengan hal2 kayak gitu, maklum kita punya gigi masih sehat dan kuat kala itu. Tapi seiring waktu ternyata gigi2 kitalah yang paling duluan keropos, satu demi satu berguguran.

Tapi berkat jasa si Ahli Gigi, sekarang masih bisalah kita menebar senyum maniseee. Dan meskipun gigi ini imitasi, tapi senyumnya, asli lho! Hi hi hi..

Dan berkat si ahli gigi ini pula, kini main saxophone lancar lagi. Lho, apa hubungannya? Soalnya si mouthpiece kini bisa "stabil" terpegang oleh gigi itu, tak lagi "mrucat mrucut", goyang kanan goyang kiri.

Gitu deh...

Anton Sax

DOR! HA-HA-HA

SERUPA

SERUPA

SERUPA

SERUPA