Lokasi Pengunjung Blog

Thursday, May 7, 2009

Karet gelang …, juru selamat, pengusir setan

Begini lho, kita itu khan punya pikiran positip dan negatip dalam setiap tindakan. Misalnya ketika pikiran positip bilang:" Yuk kita mulai kerja", si pikiran negatip ngomong: "Ah, ntar aja. Lagi enak kongkow2 nih.."

Kedua pikiran itu, positip dan negatip sama kekuatannya. Jadi kadang si positip menang, kadang si negatip yang menang. Lha kalau kekuatan mereka seimbang, bagaimana kiatnya agar pikiran positip bisa selalu menang?

Nah, di sinilah karet gelang berperan. Caranya, setiap kali si setan atau pikiran negatip melintas di benak, jepretkan karet gelang merah yang ada di pergelangan tangan kiri kita. Lakukan begitu, setan lewat..., jepret pergelangan tangan kita. Setan lewat lagi..., jepret lagi, begitu seterusnya. Lama2 bawah sadar kita akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dihindari, karena kalau tidak, tangan kita bakal kejepret dan…, sakit lah yauw.

Silahkan dicoba. Awalnya pasti deh akan banyak garis merah di tangan gara2 kena jepret melulu, saking banyaknya setan lewat, saking banyaknya pikiran negatip di benak. Dan pikiran negatip itu misalnya: malas, menunda nunda, malu malu, curiga, ragu ragu, sombong, minder, cemburu, takut, iri, dendam, cuek, pesimis, marah, berprasangka, meremehkan dan masih banyak lagi…

Jurus mengusir setan dengan jepretan karet gelang ini cukup jitu lho. Setan malas dsb..., ngacir!

Tidak hanya itu, karet gelang bisa juga jadi juru selamat. Saya punya pengalaman yaitu saat saxophone yang sedang saya mainkan tiba2 mengalami trouble, putus pernya. Untung saja ada karet gelang. Jadilah si karet gelang itu untuk sementara berperan sebagai pengikat sekaligus menggantikan fungsi per yang putus. Ya, berkat jasa si karet gelang, saxophone bisa ngeper lagi dan permainan bisa terus berlanjut. Bayangkan kalau tidak, wah..., berabe.

Gitu deh…

Wednesday, May 6, 2009

Mikir...


Ini patung "The Thinker", sang pemikir. Pasti deh dia lagi mikir: "Kapan ya gue bisa main saxophone". He he...

Demo


Demo anti rokok (no tobacco) sih boleh2 saja. Tapi jangan anti saxophone lho...

(Wah kalau jari2 dijerat kayak gitu, gimana dong main saxophonenya?)
Piye Jal?

Tuesday, May 5, 2009

Baby Sax..., timang2


Saxophone itu kayak baby, perlu ditimang dan disayang. (Tapi kagak perlu diberi minum ASI lho. He he...).

Gitu deh...

Sunday, May 3, 2009

Hitam itu..., is beautiful


Dominan hitam. Ya…, itulah kesan yang paling menonjol di blog ini. Saya memang penggemar berat warna hitam. Menurut saya hitam itu lambang Keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth), Kecanggihan, Power dan Seksualitas. Ini tidak beda dengan kesan saya terhadap saxophone nan cantik itu, yakni: elegan, canggih, jantan, berselera, sensual, dan seterusnya, dan sebagainya, dan lain2.

Wis tho pokoknya hitam itu…, is beautiful. Dan saxophone..., ca'em juga lah yauw.

Gitu deh...

Friday, May 1, 2009

Belajar saxophone..., enak


Belajar saxophone sambil diiringi orgen...., wih, enak tenan. Tiga lagu sudah dilahap, tanpa terasa.

Mau?

Kumpul..., wow rame


Berempat saja sudah seru, apalagi kalau para sax mania sudah kumpul semua..., wow rame deh.

Biarpun Kakek..., tetap gaya


Tidak hanya noni2 ataupun para papi yang boleh keren, beraksi dan bergaya dengan saxophone. Teman kita yang kakek ini juga tak mau kalah gaya lho...

Saxy Girls


Ini potret sebagian adik2/teman2 kita. Mereka semua cantik. Udah cantik..., pintar main saxophone lagi. Wis jan..., keren abis dah.

SBY tiup saxophone?


Kirain ini pak SBY, ee..., ternyata mas Yudha yang sedang belajar meniup saxophone. Ditangannya, saxophone itu jadi terlihat mungil. Kita sampai bingung, ini saxophonenya yang terlalu mini ataukah beliaunya yang kelewat maxi. He he...

Wow..., papi keren


Ini potret teman kita yang sedang belajar saxophone sembari ditungguin oleh sang putri. Si bocil itu pasti mbatin, wihhh...., keren juga papi gue.

Gitu deh...