Lokasi Pengunjung Blog

Saturday, November 14, 2009

IMANIAR, The Big Kids


Sebelum dikenal sebagai penyanyi solo, Imaniar bergabung dengan saudara-saudaranya dalam band keluarga, The Big Kids dan pernah berduet dengan kakaknya, Lidya Noorsaid. Adik kandung Imaniar, Iwang Noorsaid juga berkecimpung di dunia musik mengambil aliran mainstream jazz.

Dari enam anak-anak Said Kelana--Idham, Irommy, Lydia, Imaniar, Inang dan Iwang--, kini praktis hanya Niar, Iwang dan Inang saja yang masih terjun di dunia musik komersil. Trio The Kids dibentuk Said Kelana tahun 1967 yang terdiri dari Idham, Iromi dan Lidya. Di awal 1970-an, masyarakat di Tanah Air kepincut dengan gaya bermusik dan menyanyi mereka ketika tergabung dalam The Kids yang kemudian berubah menjadi Kids Brothers saat Imaniar, Inang dan Iwang bergabung. Said yang pensiunan tentara Kodam Jaya begitu keras mendidik keenam putra-putrinya dalam bermain musik. Niar sudah dilatih bernyanyi serta bermain saxophone dan trumpet sejak umur empat tahun. Kala itu ada yang menyamakan mereka sebagai The Osmond Family-nya Indonesia.

Saat The Big Kids bubar pada tahun 1985 banyak penggemar yang menyayangkan. Namun, Imaniar dan Lidya sanggup bertahan dan mengembangkan karir. Tahun 1986, Adi, seorang produser yang mengedarkan album rekaman dengan bendera PT Dian Records yang kini bernama Prosound Records, membujuk Said untuk merelakan kedua putrinya berduet lepas dari band The Kids. "Pak Adi bisa meyakinkan Abah kalau kami bisa sukses di jalur pop yang lebih enteng ketimbang jazz rocknya The Big Kids," kisah Imaniar.

Musik pop yang enak dicerna tapi ekslusif menjadi kemasan manis bagi olah vokal khas Niar dan kakaknya. Vokal Lidya yang cenderung ngejazz berpadu unik dengan nuansa R&B yang funky miliknya. Sayangnya, hanya dua album yang mereka hasilkan. Niar pun sempat bersolo karier dengan melempar beberapa album, di antaranya Hasratku dan Kacau yang terjual hampir satu juta kaset. Gaya Niar yang atraktif dalam mendendangkan lagu-lagu bernuansa R&B di akhir 1980-an menjadikan Niar mendapat julukan "Janet Jackson Indonesia". "Saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan julukan itu," kata Niar.

Dan sekarang ini nampaknya mbak Niar sedang pengin "ngesax" lagi. Buktinya, kemarin menyempatkan diri mampir ke Rumah Tiup. Tentunya ya untuk niup2 aneka saxophone yang bergelantungan & dipajang itu.

Gitu deh...

No comments: