Lokasi Pengunjung Blog

Monday, October 25, 2010

JURUS JITU ALA TINA, DARI SATU (BIKIN) JADI SERIBU


Dasar saya ini kemaruk, sudah punya satu saxophone rasanya kok belum cukup. Penginnya nambah lagi dengan jenis saxophone yang lain. Memang hiya sih saxophone itu ada berjenis-jenis, diantaranya tenor, alto, dan soprano. Dan masing2 saxophone berukuran besar, sedang dan kecil itu mempunyai wilayah nada yang saling berbeda, yang besar atau tenor bersuara ngebas dan yang mungil atau soprano melengking. Nah, untuk bisa lebih enak mengiringi orang nyanyi perlu kiranya saya melengkapi sax tenor yang saya punya itu dengan sax alto.

Ngebetnya sudah pol-polan, tapi lha wong saya ini cuma pegawai kecil yang bergaji kecil, lalu darimana anggaran bakal pembeli alto? Manyunlah saya berhari-hari, mikirin gimana caranya cepet dapet duit. Nabung sih bisa saja, tapi khan perlu waktu lama…

Barangkali lantaran tak tega melihat saya bermuram durja, suatu ketika tak diduga tak dinyana, Tina, ibunya anak2 nyeletuk:”Pah, kalau pengin nambah saxophone, kenapa kita tidak jual dulu saxophone yang ada. Ntar hasilnya bisa untuk beli dua. Kalaupun nombok khan tidak banyak”. Mendengar usulan itu sayapun terlonjak girang. Ee, ternyata Tina bojoku itu selain cantik juga cerdas…

Mulailah aksi pertama dilakukan yaitu memasang iklan kecil di harian Pos Kota, koran lokal Jakarta. Pagi terbit, sorenya barang terjual. Tiga hari kemudian saya sudah punya lagi dua buah saxophone alto dan tenor idaman. Sejak saat itu urusan menjual maupun berburu saxophone, alat musik yang enak ditiup dan merdu itu, menjadi suatu kegiatan yang mengesankan, maksudnya menyenangkan dan lalu berubah menjadi hobi yang getol Tina lakukan. Hasilnya, dari satu buah saxophone tenor itu kini telah berbuah menjadi banyak.

Ini semua terjadi berkat ide brilian, berkat jurus sederhana namun jitu made in Tina yaitu jual satu untuk beli dua, jual dua untuk beli tiga, jual tiga untuk beli empat dst, yang terbukti telah berhasil memberanak-pinakkan saxophone, membuatnya dari satu bisa jadi seribu…

Dan manakala kita berada ditengah kumpulan benda2 itu, di antara saxophone2, kita akan merasakan betapa mereka itu dibuat dengan tujuan untuk menyenangkan kita. Alat itu telah dibuat sedemikian rupa sehingga enak dimainkan. Dibuat sebegitu rapi sehingga enak dipandang. Dibuat sebegitu cantik sehingga kita jatuh hati. Ya, pastilah mereka itu digarap dengan sepenuh rasa dan sepenuh cinta, untuk kita2. Ah...

Anton Sax

No comments: