Lokasi Pengunjung Blog

Friday, October 29, 2010

LAIN DULU LAIN SEKARANG


Duapuluh lima atau tigapuluh tahun lalu, pemilik saxophone perorangan di Indonesia bisa dihitung dengan jari. Begitu juga dengan para pemainnya. Ya, dulu saxophone kebanyakan dimiliki hanya oleh instansi ataupun korps musik saja. Mungkin karena harganya (harga barang baru) yang masih mahal pada waktu itu. Bagi orang kebanyakan, saxophone masih merupakan barang mewah yang jauh dari jangkauan. Kalaupun pengin, orang hanya bisa ngiler dan kemecer...

Tapi dua atau tiga tahun belakangan ini berkat kemajuan tehnologi produksi, beberapa negara di Asia (China, Taiwan) mulai memproduksi saxophone. Dengan disain model yang kontemporer (persis seperti model saxophone merek2 terkenal), dan dengan cara pembuatan yang sangat efisien serta ongkos2 kerja yang ekonomis, maka saxophone2 baru buatan mereka itu bisa dipasarkan ke seluruh penjuru dunia dengan harga miring dan sangat bersaing. Memang hiya sih, merek2 mereka belum terkenal. Tapi meskipun merek tidak terkenal kualitas produknya tidak kalah, bisa diadu...

Nah, sekarang inilah kesempatan kita2 untuk mewujudkan keinginan bisa memiliki serta bermain saxophone. Dengan harga saxophone yang kini sudah lebih bisa dijangkau, kenapa kita tidak mulai belajar saxophone kayak teman2 yang lain yang sudah lebih dulu mulai belajar. Nge-sax (main saxophone) asyik lho. Coba saja...

Dan Rumah Tiup menyediakan saxophone2 baru merek Maxtone dan Valentine dengan harga kisaran 4 - 5 juta. Bagi yang belum bisa akan diajari sampai bisa, gratis. Barang digaransi, kalau ngadat bawa saja ke Rumah Tiup untuk diperbaiki. Kalau ingin tukar tambah, boleh juga. Yang penting, teman-temin bisa bermain saxophone, kita udah turut hepi...

Semoga saja tak lama lagi ada banyak saxer di Indonesia, menyemarakkan belantara musik di Indonesia, tralala dan trilili, preeeet!

Wis ngono wae.

Anton Sax

1 comment:

Ss Pedas said...

Minta nomernya om anton donk buk..mau share nih..saya mau beli sax alto bngung