Lokasi Pengunjung Blog

Monday, September 29, 2008

Milih Mouthpiece..., Piye Jal?


Peran mouthpiece & reed saxophone tidak boleh disepelekan, karena merekalah sumber suara. Tanpa dua sejoli itu saxophone akan bisu seribu nada. (Lha hiya lah!). Dan mouthpiece kebanyakan dibuat dari ebonit ataupun metal. Tapi ada juga yang dibuat dari bahan kayu, plastik, porselen delele.

Ada yang bilang bahwa mouthpiece metal bersuara lebih keras ketimbang yang berbahan lain. Tapi menurut saya, material mouthpiece tidak berpengaruh terhadap keras lembeknya, tidak berpengaruh terhadap warna suara yang dihasilkan. Mau pakai bahan metal kek, ebonit kek, plastik kek atau tekek kek, semua akan sama saja. Yang lebih berperan kepada perbedaan warna suara adalah bentuk dan dimensi rongga di dalam atau chamber nya.

Memang sih, bahan metal memiliki keuntungan dibandingkan bahan lain, yakni memungkinkan untuk mmembuat mouthpiece dengan model ramping (Karena metal cukup kuat/keras). Mouthpiece ebonit saxophone bariton atau tenor yang segede pisang ambon itu misalnya, bisa dibuat dengan bahan metal menjadi cukup sebesar..., sosis. Sehingga mulut ini masih bisa "menglamut" nya dengan nyaman.

Tidak cuma "chamber" saja yang mempengaruhi tone suara, tapi reed juga punya andil. Jadi kombinasi antara mouthpiece dan reed itulah yang menentukan enak tidaknya, menentukan merah hijaunya warna suara saxophone, entah bright, dark, jazzy, sember dsb.

Tapi bagaimana cara kita bisa nyeting mouthpiece dan reed sehingga diperoleh suara yang siiip? Menurut saya, tidak bisa tidak, mau tidak mau, caranya adalah dengan..., mencoba! Ya, hanya ada satu kata..., coba saja! Jangan pernah beli mouthpiece tanpa ngeces, tanpa ngetes!

Di toko, mana boleh mouthpiece ditest, dicoba en dijajal? Dulurs jangan bingung, jangan sutris, datang saja ke Gallery Saxophone Tina, dan silahkan nyebal-nyebul njajal mouthpiece..., sak kemenge!
Piye jal?

Salam dahsyat.

Anton & Tina Sax
We love saxophone, the way they look and the way they sound.

No comments: