Lokasi Pengunjung Blog

Monday, November 24, 2008

RUBY & SAPPHIRE...


Batu RUBY kita kenal sebagai corundum berwarna merah, sedangkan BLUE SAPPHIRE sebagai corundum berwarna biru. Warna lain selain merah dan biru dikelompokkan sebagai FUNKY SAPPHIRE. Diantara mereka ada yang dapat menyiratkan gambaran bintang berkaki enam ketika digeleng-gelengkan dibawah sinar, disebut STAR RUBY atau STAR SAPPHIRE. Yang berubah warna ketika siang berganti malampun, juga ada, disebut COLOR CHANGE SAPPHIRE

RUBY
Warna merah batu ruby terjadi karena kristal corundum (Al2O3) telah kerasukan unsur chromium (Ce). Banyak sedikitnya dosis akan mempengaruhi kepekatan warna itu. Over dosis akan membuat masa depannya kelam dan gelap. Kata ruby itu sendiri berasal dari bahasa latin ruben, bukan rabun, yang artinya merah. Istilah sansekerta menyebut ruby sebagai “ratnaraj” atau raja permata (King of Gemstone). Sudah dari dulu ruby ini dikenal sebagai permata berharga dan nilainya sangat mahal terutama yang berkualitas di atas rata-rata. Orang menyukai warna merahnya yang menyolok itu serta materinya yang keras. Warna merah dianggap sebagai lambang gairah dan semangat yang menyala-nyala tak kenal padam. Semoga gairah seperti itu menyala pula di dada kita, senantiasa.

BLUE SAPPHIRE
Warna biru terbentuk karena adanya unsur ferrum (Fe) serta titanium (Ti) pada mineral corundum. Blue sapphire adalah nama sebutan untuk corundum biru ini. Berasal dari kata Sappheiros dalam bahasa Yunani yang artinya biru.

Blue sapphire tampil dalam nuansa warna biru langit pagi hingga langit lepas tengah hari di cuaca tidak mendung berawan. Sebagian orang baik pria maupun wanita menyukai warna biru yang berkesan melankolis itu. Bahkan kata biru atau blue sering digunakan dalam berbagai istilah seperti blue moon, blue lagoon, blue sky, blue deep, hingga blue film. Positip program seperti program keluarga berencana juga dilambangkan dengan gambar lingkaran biru, bukan lingkaran kelabu. Memasuki lingkaran biru tentu bakal lebih nyaman daripada masuk lingkaran setan. Betul ?

FUNKY SAPPHIRE
Kecuali merah dan biru, corundum warna lain disebut funky sapphire. Dalam kelompok funky ini ada warna pink, orange, hijau, kuning, ungu dan sebagainya. Warna pink atau merah jambu seperti rona wajah yang tersipu malu itu pernah mengundang dilema. Seperti kita tahu hanya corundum merah yang disebut ruby. Persoalan muncul ketika orang bertanya kapan batas warna merah dimulai dan kapan berakhir. Apakah warna merah muda itu masih termasuk ruby atau sudah masuk wilayah sapphire. Daripada repot repot, kita kemudian dipersilahkan memilih sendiri sesuka selera. Boleh menyebut pink ruby, boleh juga pink sapphire. Keduanya sama saja.

Kalau kita pernah menyaksikan matahari senja di pantai Kuta, seperti itulah kira-kira warna funky sapphire jingga yang juga disebut padparadscha. Perpaduan antara unsur Cr dan Fe menghasilkan warna jingga atau orange seperti itu. Nama padparadscha itu sendiri menggambarkan betapa cantiknya bunga teratai yang tengah mekar di kolam, di antara katak hijau yang sedang naik daun.

Warna hijau corundum diakibatkan oleh unsur nickel (Ni). Warna lain terjadi karena beberapa unsur menyatu tercampur aduk. Merah campur biru hasilnya ungu. Ungu campur hijau menghasilkan coklat dan seterusnya. Dari kawin campur itu kemudian lahirlah lusinan anak-anak warna.

STAR SAPPHIRE DAN STAR RUBY
Bintang berkaki enam berwajah sutera atau putih susu akan terlihat berbinar dan berdansa di tubuh ruby atau sapphire ketika ditimpa cahaya. Akan nampak nyata ketika tubuh itu berwarna gelap dan tidak tembus pandang. Star sapphire terbesar kemungkinan adalah yang disebut „Star of India“ seberat 534 karat atau sekitar 1 ons dan „Star of Asia“ seberat 330 karat. Star ruby yang spektakuler seberat 138 karat. Bintang bintang lapangan yang istimewa seperti itu biasanya dibon oleh museum dan kita boleh menontonnya.

COLOR CHANGE SAPPHIRE
Sapphire merupakan salah satu dari jenis batu mulia yang dapat menampilkan perubahan dari satu warna ke warna yang lain. Bukan perubahan dramatis dari merah menjadi biru umpamanya, tapi biru muda menjadi biru tua atau ungu. Ini bisa terjadi karena adanya kombinasi antara pengaruh struktur atom pada batu tersebut dengan sinar ultraviolet matahari. Sekedar lampu senter tidak cukup mampu untuk mengubah warnanya. Harus sang surya.

BARANG BERHARGA
Harga ruby atau sapphire yang kondisinya oke tidak kurang dari US $ 200 per karat atau Rp 2 juta. Mata cicin sebesar telur cicak, ukurannya bisa sekitar 10 karat. Jadi nilai semata cincin itu kira kira Rp 20 juta. Harga tersebut sangat bervariasi, bisa melambung setinggi langit, tergantung kepada faktor kecantikan, keaslian, besar, kecil, model, kelangkaan dsb. Baik 20 juta atau 20 milyar semuanya masih di luar jangkauan kebanyakan kita. Anggaran rumah tangga biasa belum siap untuk belanja barang semahal itu. Entah kalau itu anggaran belanja negara....

Kalimat pelipur lara, mencintai tidak harus memiliki, boleh kita benarkan. Dengan tahu kisahnya saja, ternyata kita sudah terpuaskan. Kita mengenal batu-batu mulia itu sebagai karya alam yang indah tiada tara. Warna warninya bagai pelangi. Semua mereka berasal dari perut bumi yang terkenal gelap dan gelap, jauh di bawah telapak kaki ibu. Kita merasa takjub oleh kenyataan bahwa ada pelangi tumbuh di sana, ada pesona bersembunyi di kegelapan. Ah, betapa cantiknya bumi kita. Yuk, kita eman....

Anton Pri.

No comments: